Foto: Ketum Gerindra Prabowo Subianto. (Dok detikcom) Jakarta - Ketum Gerindra Prabowo Subianto berbicara soal ekonomi yang masih sulit dalam bedah bukunya. Kepada seruan yang hadir, bakal capres ini sempat meledek sambil bercanda soal penghasilan mereka yang masih rata-rata.
Awalnya Prabowo berbicara soal kekuatan emak-emak yang cukup signifikan. Emak-emak disebutnya akan terus berjuang untuk kepentingan anak dan cucunya.
"Untuk apa kita bernegara bila anak cucu kita gulung tikar Itulah yang kita hadapi sekarang, negara Paradoks Indonesia," ujar Prabowo dikala menawarkan sambutan di Bedah Buku 'Paradoks Indonesia' di Hotel Sahid, Jalan Sudirman, Jakarta, Sabtu (1/9/2018).
"Anak muda yang jadi pengemudinya (bilang) 'Pak selamat ya pak, kita sudah capek pak di bawah, pak kita dijajah pak'. Anak segede itu merasa Indonesia dijajah. Kalau beliau tidak melihat negara kita dijajah memang bener hatinya beku, tidak punya insting lagi," ujarnya.
Prabowo pun mengesankan apa yang terjadi di lapangan berbeda dengan yang disampaikan pemerintah. Menurutnya, kondisi perekonomian Indonesia belum ada kemajuan.
"Kalau kita lihat TV, ekonomi anggun kondusif terkendali, infrastruktur berani dibangun, Asian Games menang peringkatnya baik. Tapi mencari uang semakin sulit alasannya ialah pengangguran terus naik dengan tolak ukur penghasilan Rp 600.000 per bulan itu dikatakan miskin," beber Prabowo.
Kemudian eks Danjen Kopassus ini melempar guyonan kepada warga yang hadir di program bedah bukunya. Prabowo bicara soal penghasilan warga yang masih pas-pasan.
"Kelihatan dari tampang kalian, penghasilannya ya begitulah kira kira. Kreditnya banyak yang belum lunas," ujar Prabowo.
Pasangan Sandiaga Uno untuk Pilpres 2019 ini pun menyebut Indonesia banyak tertinggal dari hampir semua indikator. Prabowo berbicara soal banyaknya kasus stanting fisik hingga sel otak yang tidak baik.
"Yang sangat menonjol ialah sesudah 73 tahun merdeka anak anak kelaparan, di Indonesia tidak lezat terus terang. Stanting fisik, sel otaknya tidak baik. Artinya 1/3 rakyat Indonesia tidak sanggup bersaing dengan bangsa bangsa lain," kata dia.
"Menurut WALHI, tanah bumi kita 80 persen dikuasai korporasi. (Indikator) Kesehatan, mendapat air higienis (berada di peringkat) 123 dari 124 negara. Yang penting kita kerja kerja kerja. Pertanyaannya kerja untuk siapa?" tambah Prabowo.
Ia juga menyebut Indonesia merupakan negara di peringkat pertama pada indikator hewan hampir punah. Prabowo kemudian menyindir soal peringkat prestasi Indonesia untuk cabang olahraga Sepakbola.
"Indikator sepak bola, Indonesia tidak mengecewakan peringkat 164 dari 171, 7 besar dari bawah. Kita masuk piala dunia pada tahun 2135," ujarnya.
Prabowo kembali membicarakan soal kekayaan Indonesia yang mengalir keluar. Itu menurutnya alasannya ialah sistem yang dianut di Indonesia.
"Kekayaannya terus keluar dari Indonesia. Darah suatu negara ialah ekonomi. Ternyata kita menang sebagai elite, alasannya ialah kita kadang kala terlalu percaya dan kagum," tutup Prabowo.

Foto: Dok. Rock Nation
Foto: Dok. Rock Nation
Foto: Dok. Rock Nation



Foto: REUTERS/Edgar Su











Foto: Wisma Putra/detikSport
Foto: Wisma Putra/detikSport
Foto: Wisma Putra/detikSport





